BelajarInggris.Net 486x60

Jangan Lewatkan Peluang Emas Ini

Sunday, August 19, 2012

Konsep Opini Publik

Perbincangan sehari-hari pendapat masyarakat disamakan dengan pendapat umum. Akan tetapi salah satu pakar ilmu komunikasi Universitas Indonesia berpendapat, misalnya pengertian publik opinion oleh Jafar H. Assegaf dan R.Rukomy mengungkapkan bahwa lebih tepat jika orang menggunakannya dengan istilah opini publik sebagai pengganti dari kata pendapat umum. Alasannya sebagai berikut :

  1. Istilah pendapat umum dalam kamus bahasa Indonesia bahwa kosa kata dapat berarti mendapat imbuhan dengan awalan pen. Kata dapat, yaitu kemampuan untuk berbuat sesuatu
  2. Kata umum berarti luas atau jamak dan tidak spesifik yang menunjukan kepada kelompok tertentu.
  3. Sebaliknya istilah publik lebih tepat dan mempunyai arti sempit yang mewakili kelompok tertentu
  4. Opini adalah serapan dari bahasa asing (opinion), merupakan tanggapan atau jawaban terbuka terhadap suatu persoalan yang dinyatakan berdasarkan kata-kata baik dalam bentuk opini tertulis maupun secara lisan bisa juga sebagai perilaku, sikap, tindakan, pandangan, dan tanggapan lain sebagainya (Ruslan, 1999). Sebenarnya untuk memahami opini seseorang dan publik tersebut menurut R.P. Abelson ( Ruslan, 1999) bukanlah hal yang mudah, karena mempunyai kaitan yang erat dengan :
1.      Keprcayaan mengenai sesuatu
2.      Apa yang dirasakan dan menjadi sikapnya
3.      Persepsi yaitu suatu proses memberikan makna yang dianut seseorang atau 
        masyarakat berakar dari berbagai faktor  ;
a.      Latar belakang budaya, kebiasaan, dan adat istiadat yang dianut 
       seseorang atau masyarakat.
b.      Pengalaman masa lalu seseorang kelompok tertentu menjadi landasan 
       berpikir atas pendapat dan pandangannya
c.       Nilai-nilai yang dianut
d.      Berita-berita dan pendapat-pendapat yang berkembang yang kemudian 
       mempunyai pengaruh terhadap pandangan seseorang. Bisa diartikan 
       berita berita yang dipublikasikan tersebut dapat sebagai penbentuk opini 
       publik di masyarakat.

Sementara itu pengertian publik menurut Herbet Blumer (dalam Nugroho: 2004) adalah sebagai kelompok manusia yang berkumpul secara spontan dengan syarat-ayarat dihadapkan oleh suatu masalah,terdapat perbedaan pendapat dalam menyelesaikan masalah dan adanya diskusi untuk mencari jalan keluar.Publik sederhananya adalah sejumlah individu yang tidak harus saling mengenal (khususnya secara pribadi) namun terikat pada suatu isu atau masalah yang sama,berkeinginan untuk menjadi bagian dari pemecahan masalah tersebut secara rasional,dimana di dalam proses tersebut terjadi diskusi publik yang rasional melalui media komunikasi massa dan pribadi.Sedangkan defenisi publik lainnya yaitu sejumlah orang banyak yang terikat pada suatu keharusan mengambil bagian dalam kelompok-kelompok orang banyak yang mempunyai sasaran perhatian dan tujuan yang sama.

David Truman (dalam Hennessy 1990) menyatakan Opini publik (pendapat umun) terdiri atas pendapat sekelompok individu yang bersama-sama membentuk masyarakat yang sedang mereka diskusikan. Hal ini tidak mencakup semua pendapat individu, tetapi yang yang berhubungan dengan isu atau keadaan yang menentukan mereka sebagai suatu masyarakat. Arthur Kornhauser (dalam Hennessy 1990) menyatakan bahwa pendapat umum agaknya paling baik dipikirkan sebagai pandangan dan perasan yang sedang hidup dikalangan rakyat tertentu pada saat tertentu mengenai setiap isu yang menarik perhatian rakyat. Jadi Opini publik (pendapat umum) adalah Kompleks Preferensi yang dinyatakan sejumlah orang tertentu mengenai isu yang menyangkut kepentingan umum (Hennessy 1990).

Berbeda dengan William Albig, (dalam Abdurachman, 2001) mengemukakan bahwa opini publik adalah hasil dari interaksi antara individu-individu dalam kelompok apa saja. Hal ini berarti bahwa pendapat masyarakat timbul karena adanya interaksi antara individu-individu yang menyatakan pendapatnya dan opini baru akan menjadi pendapat masyarakat jika sudah dinyatakan.

Menurut Emory Bogardus (Abdurachman, 2001) mengemukakan pendapat umum adalah hasil pengintegrasian pendapat berdasarkan diskusi yang dilakukan di dalam masyarakat demokratis. Opini publik bukan merupakan seluruh jumlah pendapat individu-individu yang dikumpulkan yang berarti sebagai berikut:
  1. Opini publik bukan merupakan kata sepakat (senstemmig, unanimous).
  2. Tidak merupakan jumlah pendapat yang dihitung secara “Numerical
(numerik, menurut jumlah) berapa jumlah orang terdapat di masing-masing pihak, sehingga mayoritas opini dapat disebut opini publik. Ini tidak dapat dibenarkan. Memang kadang-kadang opini publik merupakan opini dari jumlah mayoritas orang. Tetapi bila opini dari mayoritas orang-orang itu lemah, tidak mempunyai tujuan, tidak berdasarkan pada sesuatu pendirian, maka opini publik ini, seperti dikatakan oleh Ferdinand Tonnis, akan lekas bayar dan berubah haluannya, karena sifatnya serupa dengan uap. Sebaliknya opini yang dinyatakan oleh jumlah minoritas orang-orang tetapi dinyatakn dengan tegas, berdasarkan prinsip-prinsip yang kuat, maka opini itu akan dapat berkembang dan dapat merupakan suatu kekuatan.

Opini publik hanya dapat berkembang dinegara-negara demokratis dimana terdapat kebebasan bagi tiap individu untuk mengembangkan pendapatnya dengan lisan, tertulis, gambar-gambar, isyarat dan lambang lainnya yang dapat dimengerti. Kebebasan untuk menyatakan opini pengembangannya tidak akan terlepas dari sistem pers yang dianut oleh masyarakat itu sendiri.

Ada tiga macam / jenis opini publik menurut Nimmo (2001:25) yaitu :

1.    Wajah Opini Massa adalah pengungkapan yang sebagian besar tidak  terorganisasi yang disebut publik, komunitas opini latar belakang, konsensus atau suasana publik. Opini berasal dari perseorangan  yang mencapai pilihan personal dan konsidensi pilihan ini melalui selektifitas konvergen (suatu alat untuk mencapai ketertiban).
2.    Wajah Opini Kelompok yang terdiri dari kelompok usaha,serikat buruh, organisasipertanian, kelompok konumen, bahkan badan pemerintahan yang mengambil posisi publik dalam perselisihan. Setiap kelompok merupakan publik tersendiri yang dipengaruhi oleh konsekuensi pertikaian tertentu dengan berbagai cara. Wajah opini publik ini muncul baik melalui alat kontrol sosial yang terorganisasi (propaganda) maupun memberi atau menerima dari kelompok yang saling melakukan  negosiasi.
3.   Wajah Opini Rakyat adalah penjumlahan opini seseorang seperti yang diukur oleh pool dan survey politik kecenderungan ukuran yang lain, pilihan membeli pada konsumen,pemberian suara pada pemilihan umum, dan lain-lain. Opini publik diturunkan dari proses kontrol, konvergensi, seleksi, diri dan negosiasi serta merupakan produk gabungan kasalah lingkungan propaganda,periklanan,dan retorik media organisasi massa dan personal.


DAFTAR PUSTAKA

Abdurachman. 2001. Dasar-dasar Publik relation. PT.Citra Aditya: Bandung
Hennessy, Bernard. 1990. Pendapat umum Edisi Keempat. Erlangga: Jakarta
Nimmo, Dan. 2001. Komunikasi Politik Khalayak dan Efek. PT:Remaja Rosda Karya: Bandung
Nugroho Riant.d. 2004. Komunikasi Pemerintahan Sebuah Agenda Bagi Pemimpin Pemerintahan Indonesia. PT.Alex Media Komputindo Kelompok.Gramedia: Jakarta
Ruslan ,Rosadi. 1999. Manajemen Humas dan Komunikasi Konsepsi dan Aplikasi. PT.Raja Grafindo Persada: Jakarta

Download File Doc disini

No comments:

Post a Comment