BelajarInggris.Net 486x60

Jangan Lewatkan Peluang Emas Ini

Sunday, August 19, 2012

Persepsi Dalam Ilmu Komunikasi

Persepsi sangat penting bagi komunikasi dalam semua bentuk dan fungsinya seperti yang di ungkapkan Devito (1997:75) dalam buku komunikasi antar manusia, bahwa persepsi adalah proses di mana kita menjadi sadar akan banyak stimulus yang akan mempengaruhi indera kita. Persepsi mempengaruhi rangsangan (Stimulus) atau pesan apa yang akan kita serap dan apa makna yang kita berikan kepada mereka ketika kita mencapai kesadaran.

Mau (1988:233) yang dimaksud dengan persepsi adalah proses selektif stimulus dari lingkungannya kemudian mengorganisasikan serta menafsirkannya. Dalam kenyataannya setiap saat orang dihadapkan pada sejumlah objek dan peristiwa-peristiwa tertentu yang tidak mempunyai arti apa-apa, jika orang tidak menafsirkan dalam konteks yang berbeda.

Persepsi menurut Milton dalam Mau Muliadi (2005) adalah proses menginterpretasikan rangsangan (input) dengan menggunakan alat untuk menerima informasi (sensori information). Persepsi terbentuk atas dasar data-data yang kita peroleh dari lingkungan yang diserap oleh indera kita, serta sebagian lainnya diperoleh dari pengolahan ingatan (memory) kita kemudian diolah kembali berdasarkan berdasarkan pengamatan kita. Pengolahan ingatan ini mengacu pada suatu elaborasi, transformasi, dan kombinasi sebagai input.

Menurut John Frederick (Wati,1983:23), Persepsi (tanggapan) adalah merupakan unsur dari jiwa manusia dalam artian merupakan suatu penginderaan pada psikologi manusia. Lebih lanjut Sumanto Wati (1983:62) mengemukakan bahwa proses persepsi yang di mulai dari tahap-tahap penerimaan rangsangan dari luar maupun dari dalam diri manusia di pengaruhi oleh lima kategori, yaitu:

  1. Faktor lingkungan, yaitu secara sempit hanya menyangkut warna, bunyi, sinar, dan secara luas dapat menyangkut faktor ekonomi, sosial, budaya dan bahkan politik. Semua unsur irri mempengaruhi sesorang dalam menerima atau menafsirkan suatu rangsangan.
  2. Faktor konsepsi, yaitu pendapat dari teori sesorang tentang manusia dan segala tindakannya. Seseorang yang mempunyai konsep pendapat dan teori bahwa manusia pada dasarnya baik atau paling tidak sebagai sesuatu yang bermanfaat.
  3. Faktor yang berkaitan dengan konsep seseorang tentang dirinya sendiri (the concept of self) seseorang mungkin saja berpendapat bahwa dirinyalah yang terbaik, sedangkan orang lain selalu kurang baik dari dirinya sendiri.
  4. Faktor yang berhubungan dengan motif dan tujuan yang pada pokoknya berkaitan dengan dorongan dan tujuan sesorang serta untuk menafsirkan sesuatu rangsangan.
  5. Faktor pengalaman masa lampau, yang dapat menimbulkan proses selektif  dan proses untuk menutupi kekurangan informasi.
Kenneth E.Anderson (Rakhmat, 2001 : 52) mengungkapkan, persepsi di tentukan dan di pengaruhi oleh perhatian yang merupakan proses mental ketika stimuli atau rangkaian rangsangan menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah. sementara itu, menurut Humer dan organ yang di kutip oleh Adam Indra Wijaya (1994:23) memberikan defenisi bahwa persepsi sebagai suatu proses dengan nama seseorang dengan mengorganisasikan ke dalam pikirannya, menafsirkan mengafami pertanda atau segala sesuatu tersebut mempengaruhi persepsi seseorang yang di nantinya akan mempengaruhi prilaku yang akan dipahaminya. Jadi persepsi adalah suatu pi'oses yang terjadi dari sesorang di dalam menafsirkan berbagai informasi atau terhadap apa yang di lihat pada lingkungannya yang di tangkap oleh alat inderanya (panca indera).

DAFTAR PUSTAKA

Devito, Joseph A. 1997. Komuniasi Antar Manusia. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung
Mau, Muliadi.2005. Posisi Wartawan dalam Meliput Pilkada, Makalah Seminar, Makassar.
Rakhmat, Jalaluddin. 2001. Metode Penelitian Komunikasi. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung
Wati, Sumanto. 1983. Psikologi Pendidikan. PT. Rineka Cipta, Jakarta
Wijaya, Adam Indra. 1994. Perilaku Organisasi. PT. Sinar Baru, Jakarta.

Download File Doc disini

No comments:

Post a Comment