BelajarInggris.Net 486x60

Jangan Lewatkan Peluang Emas Ini

Tuesday, August 28, 2012

TEORI-TEORI KOMUNIKASI ANTAR PERSONA

Berikut beberapa teori dalam aspek komunikasi antar persona:
1. Teori Atribusi
Teori atribusi membahas bagaimana seseorang menyusun suatu penjelasan berangkat dari kata tanya "mengapa" (Kelley,2003). Teori ini berkembang dalam psikologi sosial terutama sebagai senjata yang digunakan dalam menjawab berbagai permasalahan terkait dengan persepsi sosial. Misalnya, jika seorang berlaku agresif, apakah hal ini berarti ia seorang yang agresif (karakteristik individu) ataukah karena situasi yang mengharuskan ia berbuat demikian (situasional)? Tentu saja atribusi sangat berhubungan dengan informasi-informasi yang memang digunakan dalam menarik kesimpulan.
Teori atribusi yang dikemukakan oleh Heider (1958) merupakan metode yang digunakan untuk mengevaluasi bagaimana orang mempersepsi perilakunya maupun  perilaku orang lain. Teori atribuasi akan memberikan penjelasan mengenai penyebab perilaku tersebut.
2. Teori Penetrasi Sosial
Altman dan Taylor mengemukakan inti teori ini dalam hubungan antar  pribadi selalu ada penyusupan sosial. Ketika kita baru berkenalan dengan seseorang kita mulai dengan suatu suasana yang tidak akrab, namun setelah proses hubungan terus berlanjut maka situasi hubungan mulai berubah menjadi lebih akrab. Akibatnya setiap orang menghitung keuntungan dan kerugiaan yang bisa diterima akibat hubungan tersebut. Kesimpulannya hubungan antarpribadi selalu melalui suatu proses yang berubah terus menerus.

3. Teori Pandangan Proses

Teori ini beranggapan hubungan antarpribadi seseorang dapat diramalkan melalui pengetahuan dan keadaan pribadi komunikasi yang dapat menjelaskan tentang kualitas dan kemurnian hubungan antarpribadi yang terjadi antara kedua belah pihak. Dengan proses peramalan yang dilakukan antara komunikator dengan komunikan maka secara tidak langsung hubungan antarpribadi tersebut dapat diperkirakan keaslian maupun kepalsuannya. Pada titik tertentu ternyata teori ini dapat berfungsi sebagai pelengkap dari teori-teori sebelumnya.
4. Teori Perspektif Pertukaran
Teori ini beranggapan bahwa seseorang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Pada pendekatan obyektif cenderung menganggap manusia yang mereka amati sebagai pasif dan perubahannya disebabkan kekuatan-kekuatan sosial di luar diri mereka. Pendekatan ini juga berpendapat, hingga derajat tertentu perilaku manusia dapat diramalkan, meskipun ramalan tersebut tidak setepat ramalan perilaku alam. Dengan kata lain, hukum-hukum yang berlaku pada perilaku manusia bersifat mungkin (probabilistik). Misalnya, kalau mahasiswa lebih rajin belajar, mereka (mungkin) akan mendapatkan nilai lebih baik; kalau kita ramah kepada orang lain, orang lain (mungkin) akan ramah kepada kita; bila suami isteri sering bertengkar, mereka (mungkin) akan bercerai.

REFERENSI
  • Effendy, Onong Uchjana. 2007. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.
  • Fisher, B. Aubrey, 1986, Teori-teori Komunikasi. Penyunting: Jalaluddin Rakhmat, Penerjemah: Soejono Trimo. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  • Liliweri. 1997. Komunikasi Antar Pribadi. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
  • Mulyana, Dedy. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif (Paradigma Baru Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya). Bandung: Remaja Rosdakarya.
  • Wiryanto. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana

    Download File Doc disini

No comments:

Post a Comment